SISTEM
PENCERNAAN
(USUS HALUS)
ANATOMI
DAN FISIOLOGI USUS HALUS
Usus
halus (intestinum tenue) adalah tabung yang berukuran kira-kira 2,5 meter
panjang dalam keadaan hidup. Angka yang biasa di berikan 6 meter adalah
penemuan setelah meninggal bila otot telah kehilangan tonusnya. Usus halus
memanjang dari lambung sampai katupileo-kaloka,tempat bersambung dengan usus
besa. Usus halus terletak di daerah umbilikus dan dikelilingi oleh usus besar.
Di
dalam usus halus inilah proses pencernaan dan absorpsi atau penyerapan zat
makanan sebagai besar berlangsung.
Proses
pencernaan karbohidrat di lanjutkan kembali di sini. Pokok dari pencernaan
karbohidrat adalah memecah molekul karbohidrat menjadi monosakarida
(glukosa,galaktosa,fruktosa) yang bisa di serap usus masuk ke peredaran darah.
Tugas ini di laksanakan oleh enzim yang dihasilkan oleh pankreas yaitu alfa
amilase, maltase, laktase, sukrase, glukosidase, dan alfa dekstrinase.
Usus
halus di bagi atas tiga bagian, yaitu; usus duabelas jari (duodenum), usus kosong
(yeyunum), usus penyerapan (ileum).
Usus
Duabelas Jari (Duodenum)
Duodenum adalah bagian pertama usus halus yang
panjangnya 25 cm, berbentuk sepatu kuda. Pada usus ini bermuara dua saluran,
yaitu: saluran getah pankreas dan saluran empedu. Saluran empedu dan saluran
pankreas masuk kedalam usus duabelas jari pada suatu lubang yang disebut ampula
hepatopankreatika atau ampula vateri. Saluran empedu menghasilkan getah empedu
(bilus) yang di hasikan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk mengemulsikan
lemak. Pankreas yang terdapat di bawah lambung menghasilkan getah pankreas.
Getah pankreas menghasilkan enzim pencernaan seperti:
a. Amilase,
untuk mengubah zat tepung menjadi gula.
b. Tripsin,
untuk ,mengubah protein atau proton menjadi asam amino.
c. Lipase,
untuk mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
Usus
Kosong (Yeyunum)
Usus kosong menempati duaperlima sebelah atas dari
usus halus yang selebihnya. Pada bagian inilah pencernaan diselesaikan. Pada
usus ini juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Kelenjar-kelenjar ususnya
menghasikan enzim pencernaan seperti yang di hasilkan pankreas.
Usus
Penyerapan (Ileum)
Usus penyerapan menempati tigaperlima akhir. Pada
bagian ini sari-sari makanan hasil proses pencernaan di serap. Makanan akan di
serap oleh jonjot usus. Asam amino dan glukosa, vitamin, garam mineral akan di
nangkut oleh kapiler darah, sedang asam lemak dan gliserol akan di angkut oleh
pembuluh kil atau pembuluh getah bening usus menuju ke pembuluh balik besar
bawah selangka.
Dinding
Usus Halus
Dinding usus halus terdiri atas empat lapisan,
yaitu:
1.
Dinding
lapisan luar, merupakan membran serosa, yaitu
lapisan yang membalut usus dengan erat
2. Dinding lapisan berotot,
terdiri atas dua lapisan serabut. Lapisan luar terdiri atas serabut
longitudinal, dan di bawah ini ada lapisan tebal terdiri atas serabut
longitudinal, dan di bawah ini ada lapisan tebal terdiri atas seraabut
sirkuler. Di antaranya kedua lapisan serabut berotot ini terdapat pembuluh
darah dan pembuluh limfa.
3. Dinding submukosa,
terdapat antara otot sirkuler dan lapisan yang terdalam yang ,merupakan
pembatasnya. Dinding submukosa ini terdiri atas jaringan areolar yang berisi
banyak permukaan darah, saluran limfa, dan fleksus saraf yang di sebut fleksus
meissner.
4. Dinding mukosa dalam,
disusun berupa kerutan tetap seperti jala, yang memberi kesan anyaman halus.
Lapusan ini menambah luasnya permukaan sekresi dan penyerapan.lapisan mukosa
ini berisi banyak lipatan Lieberkuhn, merupakan kelenjar sederhana yang di
selaputi epitelium silidris.
Getah
Usus Halus
Setiap hari disekresikan kira-kira 2000cc getah usus
dari sel menuju lumen usus.getah usus halus ini berwarna kuning jernih; pH 7,6
dan mengandung berbagai enzim misalnya peptidase,maltase, sukrase,
ribonuklease, dan enterokinase. Sebagian enzim-enzim ini terdapat pada
permukaan sel epitel sehingga pencernan makanan berlangsung pada permukaan atau
di dalam sel-sel epitel. Sekresi getah usus halus dikontrol oleh refleks saraf
otonom, hormonsekreti, dan kolesistokinin,
Getah
usus yang menyempurnakan pencernaan semua makanan seperti;
·
Enterokinase,
untuk menggiatkan enzim proteolitik yang berasal dari getah pankreas.
·
Erepsin,
untuk menyempurnakan pencernaan protein yang telah di ubah yaitu polipeptida di
jadikan sebagai asam amino.
Sedangkan enzim yang
bekerja atas karbohidrat, menyempurnakan pencernaan zat tampung dengan mengubah
disakarida menjadi monosakarida seperti;
·
Intertase,
bekerja atas gula.
·
Laktase,
untuk mengubah laktose menjadi glukosa,dan kemudian
mengubah galaktosa menjadi glukosa di dalam hati
·
Maltase,
mengubah maltosa menjadi dekstosa.
FUNGSI
USUS HALUS
Fungsi usus halus adalah mencerna dan menyerap
“khime” dari lambung. Isisnya yang cair di gerakkan oleh serangkaian gerakan
peristaltik yang cepat. Di samping gerakan peristaltik, ada juga gerakan lain
yaitu gerakan segmental, gerakan yang memisahkan beberapa segmen usus satu dari
yang lain karena diikat oleh gerakan kontraksi serabut sirkuler dan gerakan
ayunan,menyebabkan isi usus bercampurt.
Dua
cairan pencverna masuk ke usus duabelas jari (duodenum) melalui saluran-saluran
empedu (melalui hati) dan getah pankreas (dari pankreas). Empedu di gunakan
untuk pencernaan lemak yang dipecahkamn dalam bagian-bagian kecil, dengan
demikian menjadi kerja lipase. Empedu ini sifatnya alkalis dan membantu makanan
yang keluar dari lambung yang asam menjadi netral. Garam empedu mengurangi
ketegangan permukaan isi usus dan membantu membentuk emulsi dari lemak yang di makan.
HISTOLOGI
USUS HALUS
Pencernaan makanan yang
di mulai dalam lambung, di lanjutkan dalam usus halus oleh enzim-enzim yang di
hasilkan mukosanya dan di bantu agen pengemulsi dan enzim yang di sekresi ke
dalam lumennya oleh hati dan pankreas. Sedikit atau tidak terjadi penyerapan
nutrien dalam lambung. Inilah fungsi utama usus halus, yang panjangnya 4-7 m
dan di bagi dalam tiga segmen berurutan: duodenum,
yeyunum, dan iluem
Duodenum,
dengan panjang sekitar 25 cm, terkait erat pada dinding dorsal abdomen, dan
sebagai besar terletak retroperitoneal. Jalannya berbentuk-C, mengitarikepala
pankreas dan ujung distalnya menyatu dengan yeyunum, yang terikat pada dinding
dorsal rongga melalui mesenterium. Yeyunum dapat di gerakkan bebas pada
mesenteriumnya dan merupakan sisa tiga-perlimanya. Kelokan-kelokan yeyunum
menepati begian pada pusat abdomen,sedangkan ileum menepati bagian bawah
rongga. Terdapat perbedaan kecil dalam histologi mukosa ketiga segmen usus
halus itu,namun batas di antara ketiganya tidak jelas. Dan dinding usus halus
yang 5-6 m panjang itu,terdiri atas empat lapis konsentris: mukosa, submukosa,
dan serosa.
Mukosa
Usus
Efisiensi fungsipenyerapan usus halus
ditingkatkanoleh sejumlah perubahan yang meningkatkan permukaan total mukosa.
Yang paling mencolok di antaranya adalah plika sirkularis (valvula kerkring)
yang tampak dangan mata terlanjang sebagai sebagai lipatan-lipatan setengan
lingkaran sampai dua pertiga bagian lingkaran lumen.struktur mukosa terdiri
atas mukosa dan submukosa. Plika yang lebih besar mempunyai tinggi 8-10 mm,
tebal 3-4 mm, dan panjang sampai 5 cm. Mereka tidak terdapat pada bagian awal
duodenum dan mulai ada sekitar 5 cm distal daripilorus dan paling banyak pada
bagian terminal segmen ini dan bagian pertama yeyunum. Sejak dari situ
berangsur berkurang jumlah dan ukurannya, dan jarang di temukan setelah
pertengahan ileum.
Cara
kedua perluasan permukaan mukosa yang lebih efektif adalah banyaknya vili
intertinalies. Juluran mirip jari dari mukosa ini panjangnya 0,5 sampai 1,5
mm,tergantng derajat kontraksi serat otot polos di dalamnya. Vili menutupi
seluruh permukaan dalam usus dan memberinya tampilan beludru khas pada bagian
organ segar yang di buka. Jumlahnya bervariasi antara 10 sampai 40 permilimeter
proksimal. Pembesaran luas permukaan dapat pula terjadi melalui invaginasi
mukosa si antara baaris vili, di sebut kripti
Lieberkuhn atau kelenjar intestinal. Kelenjar
tubuler ini, panjang 320 sampai 450 m, meluas kebawah ham pir sampai muskularis
mukosa. Di antaranya kelenjar intestinal terdapat jaringan ikat lomnggar yang
terbentuk lamina propria dari mukosa
usus.
Sel-Sel
Absorptif
Permukaan mukosa di
lapisi epitel selapis kolumnar dengan tiga jenis sel; sel absorptif, sel goblet, dan sel
enteroendokrin. Sel absorptif (enterosit) adalah kolumnar, tinggi 20-26 m
dengan inti yang memanjang ventrikel di pusat. Permukaan lumen memiliki brush border (striated border) mencolok, di bawahnya terdapat zona bening tanpa
organel namun mengandung terminal web nyatan, yaitu lapis pilamen halus
terorientasi transversal yang menunjukkan birefrinngensi di bawah mikroskop
polarisasi. Ia dapat di pulas secara selektif dengan cara asam tanat, asam
fosfomolibdad, dan pewarna albino hitam.
Sel
Goblet
Sel goblet adalah
kelenjar unisel penggetah mukus yang tersebar di antara sel-sel absorptifdari
epitel usus. Namanya menggambarkan bentuk sel itu pada sediaan histologi rutin
sitoplasma apeksnya yang berbentu mangkok melebar disebut teka di penuhi
sekret,dan dasarnya yang sempit menjulur ke bawah kelamina basal. Permukaan
lumen sel memiliki sedikit mikrovili di tepinya, namun licin dan cembung di
atas granul-granul sekresi. Sel-sel goblet melekat erat pada sel-sel absorptif
di sebelahnya melalui kompleks tautan dan mungkin terdapat sedikit
interdigitasi dangkal pada pe\rmukaan lateralnya yang biasanya
Sel goblet memiliki
sitoskelet yang berekembang biak filamen-filamen intermediat banyak terdapat di
teka. Sebuah lapisan mirip keranjang dikelilingi berkas-berkas filamen melingkar,
tersusun mirip lingkaran gentong sekitar massa geranul sekresi. Mukus adalah
cairan kental atau jel encer terdiri atas makro molekul glikoprotein, dengan
ukuran antara 250.000 smapai 2x106 dalton.
Sel
enteroendokrin
Dalam 1870, heidenhain
melukiskan sel-sel kecil dekat dasar epitel usus yang memiliki reaksi pemulasan
mirip dengan pada sel-sel kromafin medula adrenal. Mereka ini di sebut sel-sel
enterokromafil letaknya. Pada dasar epitel dan adanya granul sekresi di dasar
sel memberi kesan bahwa mereka adalah sel-sel endrokrin yang mencurahkan
sekretnya ke dalam lamina propria dan tidak kedalam lumen usus. Selain
kesanggupannya mengikat mikromat alkalis ( kromafinitas), sebagian sel ini juga
mengendapkan garam perak dengan tiadanya agen reduksi (argentafinitas) dan
disebut sel-sel argentafin. Saat itu diketahui bahwa bila sediaan diolah dulu
dengan agen reduksi sebelum diberi perak nitrat, dapat diperlihatkan lebih
banyak sel-sel granular basal. Sel-sel yang dapat dipulas dengan cara ini
disebut sel argirofilik. Perbedaan jumlah argirofilik dan sel argentafin dan
kenyataan bahwa sebagian dari sel-sel bergranul ini menunjukkan
fluoresensi dalam sinal ultraviolet
sedangkan yamng lain tidak, mengahasilkan kesimpulan bahwa tidak semua sel
enteroendkrin adalah sama
Mereka terdapat berupa
sel-sel yang tersebar luas dan karnanya merupakan unsur minor dario epitel,
namun jumlahnya dalam usus manusia diperkirakan sekitar 3x109. Ada
kesamaan beberapa ciri morfologik. Bentuknya sangat bervariasi. Yang terdapat dalam
kriptus cenderung berbentuk lonjong atau piramidal, sedangakn yang ada divili
hampir kolumnar. Bagian terbesar badan sel hampir selalu berada pada belahan
bawah epitel, namun bagian apikal yang sempit umumnya terjulur ke lumen dan
memiliki brushborder. Intinya bulat dan pada umumnya mengandung sedikit
heterokromatin. Sitoplasmanya lebih pucat dari pada yang pada enterosit
sekitar.
Sel
paneth
Sel paneth tidak ikut
serta bermigrasi ke atas. Mereka tetapdi dasar kriptus . bentuknya piramidal
dengan inti bulat atau lonjong dekat dasarnya. Sel paneth memiliki struktur
halus yang khas untuk sel yang secara
aktif mensintesis protein. Sel paneth sebenarnya terus bersekresi, namun
kecepatan sekresi ini dipercepat oleh makanan. Meskipun telah puluhan tahun
diteliti, peran fungsional sel paneth belum juga diketahui. Penelitian tentang
sifat kimiawi produk sekresinya mengalami hambatan oleh sulitnya mendapatkan
sekret itu tanpa terkena kontaminasi oleh produk jenis sel lain dalam kriptus
itu. Kajian secara imunositokimia telah dapat menetapakan adanya lisozim dalam sistem fagolisosomnya yang
mencolok. Lisozim adalah sebuah protein bermuatan kation tinggi yang sanggup
mencerna dinding bakteri tertentu. Sel-sel paneth banyal terdapat dalam usus
manusia tikus, mencit, marmot, dan hewan pemamah biak, namun dilaporkan tidak
ada pada anjing, kucing, babi, dan “raccoon” (binatang sejenis kucing).
Lamina
propria
Lamina propria adalah
jaringan ikat longgar yang mengisi celah-celah di antara kripti lieberkuhn dan
bagian tengah vili intestinal. Ia terdiri atas sel-sel tetap dan sel-sel embara
dalam anyaman serat-serat retikular dan elastis dan mengandung banyak kapiler
dibawah apitel. Agen utama motilitas vili adalah berkas sangat halus otot polos
yang meluas vertikal dari muskularis mukosa kedalam bagian tengah vilus, disini
mereka berjalan pararel terhadap lakteal
sentra, sebuah pembuluh limf halus yang berakhir buntu dekat puncak setiap
vilus
Dapat dibedakan dua
jenis sel mast dalam mukosa usus; sel
mast biasa seperti pada jaringan ikat di seluruh tubuh dan sel mast atipik (sel mast mukosa) yang penyebarannya terbatas
Sel bebas lamino
propria yang paling banyak adalah limfosit yang merupakan cadangan siap pakai
sel-sel imunokopeten. Lebih dari 95% limfosit terletak di lapisan epitelium
mketiga basal dan sebagian mereka adalah limfosit T sitotoksin. Fungsinya
disana tidak jelas.
Muskulari
mukosa
Tebal
rata-rata muskularis mukosa adalah 38mm dan terdiri atas lapis otot polos dalam
dan luar yang tipis bersama anyaman serat elastin.kontraksinya meninggikan
lipatan mukosa. Pada tersediaan terfiksasi, ia biasanya mengkerut, sehingga
ketikteraturan lumen tanpak agak berlebihan. Mungkin perrubahan dalam topografi
permukaan mukosa demikian ikut berperan dalam mencampur isi usus.
Submukosa
Submukosa
terdiri atas jaringan ikat agak padat yang kaya serat elastin. mungkin juga
terdapat kelompok kecil sel.
a.
Kelenjar
submukosa (kelenjar brunner)
Pada pylorus lambung mamalia,terdapat
[eralihan mendadak dari kelenjar pylorus menjadi kelenjar brunner, yang merukan
ciri histologi bagian awal duodenum. Fungsi kelenjar brunner mensintesis dan
menggetahkan sebuah polipeptida berberat molekul rendah yang semula disebut
urogastron saat pertama kali di temukan dalam urin manusia dan kemudian
ternyata merangsang pembelahan sel dan menghambat sekresi asam lambung.
Muskularis
Lapis muskular
usus halus terdiri atas otot polos memanjang luar dan melingkar dalam, namun
sedikit berkas serat otot polos saling menilang antar lapis. Di antara kedua
lapis ini terdapat pleksus saraf mienterikus yang simpatis. Muskularis
berfungsi untuk peristalsis, yaitu mirirp gelombang yang menjalari usus dengan
kecepatan berberapa cm/detik dan mendorong isi lumen ke depan. Gelombang untuk
peristaltic ini berjalan jarak pendek , kemudian menghiang, diikuti beberapa
menit kemudian olehgelombang berikutnya.
Serosa
Lapisan
paling luar dari usus, terdiri atas lembaran utuh sel-sel gepeng, yaitu
mesetol, dipisahkan dari mukularis di bawahnya oleh lapis sangat tipis jaringan
ikat longgar. Sebagian besar saluran cerna digantung pada dinding dorsal
abdomen pada mesenterium, sebuah lembaran mesotel berlapis ganda tipis yang
mengandung pembuluh darah untuk usus.
Dinding usus halus dibagi kedalam empat lapisan
(Sabiston,1995):
1. Tunica Serosa.
Tunica serosa atau
lapisan peritoneum, tak
lengkap di atas duodenum, hampir lengkap di dalam usus
halus mesenterica, kekecualian pada 5 sebagian
kecil, tempat lembaran
visera dan mesenterica
peritoneum bersatu pada tepi
usus.
2. Tunica
Muscularis.Dua selubung otot polos tak bergaris membentuk tunica
muscularis usus halus.
Ia paling tebal
di dalam duodenum
dan berkurang tebalnya ke
arah distal. Lapisan
luarnya stratum longitudinale dan lapisan dalamnya stratum
circulare. Yang terakhir
membentuk massa dinding
usus. Plexus myentericus saraf (Auerbach) dan saluran limfe terletak
diantara kedua lapisan otot.
3. Tela
Submucosa.Tela submucosa terdiri dari dari jaringan ikat longgar yang
terletak diantara tunica
muskularis dan lapisan
tipis lamina muskularis mukosa, yang terletak di bawah
mukosa. Dalam ruangan ini berjalan jalinan pembuluh darah halus dan pembuluh
limfe. Di sampingitu, di sini ditemukan neuroplexus meissner.
4. Tunica
Mucosa.Tunica mucosa usus halus, kecuali pars superior duodenum, tersusun dalam
lipatan sirkular tumpang
tindih yang berinterdigitasi secara transversa. Masing-masing lipatan ini
ditutup dengan tonjolan, villi..Usus halus ditandai oleh adanya tiga struktur
yang sangat menambah luas permukaan dan membantu fungsi absorpsi yang merupakan
fungsi utamanya:
1. Lapisan mukosa
dan submukosa membentuk
lipatan-lipatan sirkular yang dinamakan valvula
koniventes (lipatan kerckringi)
yang menonjol ke
dalam lumen sekitar 3 ampai 10 mm. Lipatan-lipatan ini nyata pada
duodenum dan jejenum dan menghilang dekat pertengahan ileum. Adanya
lipatan-lipatan ini menyerupai bulu pada radiogram
2. Vili
merupakan tonjolan-tonjolan seperti jari-jari dari mukosa yang jumlahnya
sekitar 4 atau 5 juta dan terdapat di sepanjang usus halus. Villi panjangnya
0,5 sampai 1 mm (dapat dilihat
dengan mata telanjang)
dan menyebabkan gambaran mukosa
menyerupai beludru.
3. Mikrovili
merupakan tonjolan menyerupai jari-jari dengan panjang sekitar 1 µ pada permukaan
luar setiap villus.
Mikrovilli terlihat dengan
mikroskop elektron dan tampak sebagai brush border pada mikroskop
cahaya. Bila lapisan permukaan
usus halus ini
rata, maka luas
permukaannya hanyalah sekitar 2.00 cm². Valvula koniventes, vilidan
mikrovili bersama-sama menambah luas permukaan absorpsi sampai 2 juta cm²,yaitu
menigkat seribu kali lipat (Price & Wilson, 1994).
SUPLAI
VASKULER
Pada usus halus, arteri mesentericus superior
dicabangkan dari aorta tepat di
bawah arteri seliaka.
Arteri ini mendarahi seluruh
usus halus kecuali duodenum yang
sebagian atas duodenum
adalah arteri pancreotico
duodenalis superior, suatu cabang arteri
gastroduoodenalis. Sedangkan separoh
bawah duodenum diperdarahi oleh
arteri pancreoticoduodenalis inferior,
suatu cabang arteri mesenterica
superior. Pembuluh-pembuluh darah
yang memperdarahi jejenum dan
ileum ini beranastomosis satu
sama lain untuk membentuk serangkaian arkade.
Bagian ileum yang
terbawah juga diperdarahi oleh
arteri ileocolica. Darah dikembalikan lewat vena messentericus superior
yang menyatu dengan vena lienalis membentuk vena porta (Price & Wilson,
1994: Snell, 1997)
Pada usus besar, arteri mesenterika superior
memperdarahi belahan bagian kanan (sekum, kolon ascendens, dan dua pertiga proksimal
kolon transversum) : (1)
ileokolika, (2) kolika
dekstra, (3) kolika
media, dan arteria
mesenterika inferior
memperdarahi bagian kiri
(sepertiga distal kolon transversum,
kolon descendens dan sigmoid, dan bagian proksimal rektum) : (1) kolika
sinistra, (2) sigmoidalis, (3) rektalis superior (Price & Wilson,1994;
Schwartz, 2000).
DRAINASE
PEMBULUH LIMFE
Pembuluh limfe duodenum mengikuti arteri dan
mengalirkan cairan limfe ke atas melalui
nodi lymphatici pancreoticoduodenalis ke
nodi lymphatici gastroduodenalis dan
kemudian ke nodi
lymphatici coeliacus: dan
ke bawah, melalui nodi
lymphatici
pancreoticoduodenalis ke nodi
lyphatici mesentericus superior
sekitar pangkal arteri mesenterica superior (Snell, 1997)
Pembuluh
limfe jejenum dan
ileum berjalan melalui
banyak nodi lymphatici mesentericus
dan akhirnya mencapai
nodi lymphatici mesentericus suprior, yang terletak sekitar
pangkal arteri mesentericus superior (Snell, 1997). Pembuluh limfe
sekum berjalan melewati
banyak nodi lymphatici mesentericus dan akhirnya mencapai
nodi lymphatici msentericus superior (Snell, 1997)
Pembuluh
limfe untuk kolon
mengalirkan cairan limfe ke
kelenjar limfe yang terletak di
sepanjang perjalanan arteri vena kolika. Untuk kolon ascendens dan dua
pertiga dari kolon
transversum cairan limfenya
akan masuk ke
nodi limphatici mesentericus superior,
sedangkan yang berasal
dari sepertiga distal kolon
transversum dan kolon
descendens akan masuk
ke nodi limphatici mesentericus inferior (Snell,
1997).
PERSARAFAN
USUS
Saraf-saraf duodenum berasal dari saraf simpatis dan
parasimpatis (vagus) dari pleksus mesentericus
superior dan pleksus
coeliacus. Sedangkan saraf
untuk jejenum dan ileum berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis
(nervus vagus) dari pleksus mesentericus superior (Snell, 1997). Rangsangan
parasimpatis merangasang aktivitas
sekresi dan pergerakan,
sedangkan rangsangan simpatis
menghambat pergerakan usus. Serabut-serabut sensorik
sistem simpatis menghantarkan
nyeri, sedangkan
serabut-serabut parasimpatis mengatur refleks
usus. Suplai saraf intrinsik, yang
menimbulkan fungsi motorik,
berjalan melalui pleksus
Auerbach yang terletak dalam lapisan muskularis, dan pleksusMeissner di
lapisan submukosa (Price & Wilson, 1994)
DIGESTI
DAN ABSORSI DI USUS HALUS
1. Digesti
oleh enzim usus.enzim-enzim usus di lengkapi proses pencernaan kimus sehingga
produk tersebut dapat langsung dan dengan mudah terserap. Enzim-enzim usu dan
cara kerjanya antara lain
a. Enterokinase
mengaktivasi tripsinogen pangkreas menjadi tripsin. Yang kemudian mengurai
protein dan peptide menjadi peptide yang lebih kecil
b. Aminopeptidase
terrapeptidase, tripeptidase dan dipeptidase mengurai peptide menjadi asam
amino bebas.
c. Amilase
usus menghrolisis zat tepung menjadi disakarida(maltose,sukrosa dan laktosa)
d. Maltase,
isomaltase, dan sukresa memecah disakarida maltose, laktosa, dan sukrosa,
menjadi monosakarida (gula sederhana)
e. Lipase
usus memecah monogliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
2. Jalur
absobtif. Produk-produk digesti (monosakarida, asam amino, asam lemak, dan
gliserol) juga air dan elektrolit, vitamin dan cairan pencernaan di absorsi
menembus membrane sel epitel duodenum dan yeyunum. Hanya sedikit absorsi yang
berlangsung dalam ileum kecuali untuk garam-garam empedu dan vitamin b12.
3. Mekanisme
transport absorsi meliputi difusi, difusi terfasilitasi, transport aktif dan
pinositosis.mekanisme pertama adalah transport akti. Zat-zat yang di transfor
dari usu ke darah atau limfe harus menembus sel-sel dan cairan intraseluler berikut.
a. Membran plasma sel epithelial
kolumnar, pada virus, sitoplasmanya, dan membrane dasarnya.
b. Jaringan
ikat di antara sel epitel dan kapiler atau lacteal dalam virus.
c. Dinding
kapilar atau lacteal yang terletak dalam inti virus.
4. Absorsi
karbohidrat setiap gula sederhana di percaya memiliki mekanisme transpornya
sendiri. Gula bergerak dari usu ke jarring-jaring kepilar virusdan di bawa
menuju hati oleh vena portal hepatica.
a. Absorsi
glukosa terjadi bersamaan dengan transport aktif ion natrium (ko-transpor) fruktosa. Ditranspor
melalui difusi terfasilitasi yang diparantarai cerrierc. Monosakarida lain
dapat diabsorsi melalui difusi sederhana.
5. Absorsi
protein transport aktif asam amino kedalam sel-sel usus juga berlangsung
bersamaan dengan transport aktif natrium, dengan system carrier yang terpisah
untuk asam amino berbeda. Dari kapilar vilus,asam amino di bawa ke hati.
6. Absorsi
lemak asam lemak larut lipid dan gliserol di absorsi dalam bentuk micelle,
yaitu suatu globussfirikal garam empedu yang mengelilingi bagian berlemak.
Micelle membawa asam lemak dan monoglikosakarida menuju sel epithelial,
tempatnya di lepas dan diabsorsinya melalui difusi pasif menuju membrane sel
usus.
a. Asam
lemak berantai karbon pendek (kurang dari 10-12 atom karbon) merupakan molekul
kecil yang bergerak ke dalam kapilar vilus bersama asam amino dan monosakarida.
b. Asam
lemak berantai karbon paling panjang mencapai 90% lebih dari asam lemak yang
ada) dan molekul gliserol bergerak ke reticulum endoplasma, kemudian di
sentesis ulang menjadi trigliserida, berikatan dengan lipoprotein fosfolipid,
dan kolesterol, serta terbebas sebagai kilomikron dari tepi lateral sel usus.
c. Kilomikron
menembus lacteal sentral vilus menuju system limfatik dan sirkulasi sistemik,
sebelumnya melintasi (bypassing) hati.
7. Absorsi
air, elektrolit, dan vitamin
a. Hanya
0.5 L dari 5 L sampai 10L cairan yang ada di usus halus yang mencapai usus
besar. Air di absorsi secara pasif melalui hokum osmosis setelah absorsi
elektrolit dan makanan tercerna.
b. Ion dan renik di absorsi melalui difusi atau transof
aktif.
1. Absorsi
kalsium bervariasi sesuai dengan asupan makanan. Kadar plasma, dan kebutuhan
tubuh serta diatur oleh hormone paratiroid dan ingesti vitamin D.
2. Absorsi
zat besi dibutuhkan sesuai dengan metabolic . zat besi terikat pada globilin
(transferrin) dalam darah dan tersimpan pada tubuh dalam bentuk ferritin yang akan di lepas jika di butuhkan.
3. Vitamin
larut air (C dan B) di absorsi melalui difusi. Vitamin larut lemak ( A D E K)
di absorsi bersama lemak. Absorsi vitamin b12 tergantung pada factor intrinsic
lambung dan berlangsung di ileum.
DAFTAR
DIAGNOSA
|
PHYSIOLOGICAL DOMAIN
Anatomical
structures and physiological processes
essential to human health
|
|
|
Class:
Respiration
Anatomical
structures and physiological processes involved in ventilation and gas
exchange
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Ineffective breathing pattern
|
00032
|
|
Class:
Physical Regulation
Anatomical
structures and physiological processes involved in hematological,
immunological, and metabolic regulatory mechanisms
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Hyperthermia
|
00007
|
|
Excess
fluid volume
|
00026
|
|
Risk
for imbalanced fluid volume
|
00025
|
|
Deficient
fluid volume
|
00027
|
|
Risk
for hyperthermia
|
00253
|
|
Risk
for electrolyte imbalance
|
00195
|
|
Risk
for unstable blood glucose level
|
00179
|
|
Risk
for impaired liver function
|
00178
|
|
Class:
Nutrition
Anatomical
structures and physiological processes involved in the ingestion, digestion,
and absorption of nutrients
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Imbalance
nutrition less than body requirements
|
00002
|
|
Class:
Elimination
Anatomical
structures and physiological processes involved in discharge of body waste
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Constipation
|
00011
|
|
Diarrhea
|
00013
|
|
Risk
for ineffective gastrointestinal perfusion
|
00202
|
|
Risk
for constipation
|
00015
|
|
Class:
Skin or tissue
Anatomical
structures and physiological processes of skin and body tissues involved in
structural integrity
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Risk
of impaired tissue integrity
|
00248
|
|
Impaired
tissue integrity
|
00044
|
|
MENTAL DOMAIN
Mental
processes and mental patterns essential to human health
|
|
|
Class: Self-Concept
Psychological patterns involved in self-perception, identity, and
self-regulation
|
Nursing Diagnosis Code
|
|
Disturbed body image
|
00118
|
|
EXISTENTIAL DOMAIN
Experiences
and life perceptions essential to human health
|
|
|
Class: Comfort
Perceptions of symptoms and experience of suffering
|
Nursing Diagnosis Code
|
|
Anxiety
|
00146
|
|
Acute pain
|
00132
|
|
Nausea
|
00134
|
|
Chronic pain
|
00133
|
|
Fear
|
00148
|
|
Class: Coping
Perception of coping, coping experiences, and coping strategies
|
Nursing Diagnosis Code
|
|
Ineffective coping
|
00069
|
|
FUNTIONAL DOMAIN
Life-span processes, basic functions, and skills essential to
human health
|
|
|
Class:
Energy Balance
Energy
usage and energy regulation pattern
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Fatigue
|
00093
|
|
Insomnia
|
00095
|
|
Activity
intolerance
|
00092
|
|
Risk
of activity intolerance
|
00094
|
|
Class:
Health Promotion
Health
literacy and health maintenance skills
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Deficient
knowledge
|
000126
|
|
SAFETY DOMAIN
The characteristies of risk behavior, health hazards, and milieu
hazards essential to human health
|
|
|
Class:
Health Hazard
Health
hazards associated with healthcare processes and social processes
|
Nursing
Diagnosis Code
|
|
Risk
of infection
|
00004
|
DAFTAR PUSTAKA
Sloana,ethel:
anatomi
dan fisiologi untuk pemula // ethel Sloana ; alihbahasa, james veldman editor
edisi bahasa indonesia, palupi widyastuti. – Jakarta : EGC, 2003
price,sylvia anderson
patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit /
sylvia anderson price,lorraine McCarty wilson ; alihbahasa, Brahm U. Pendit
...[et.al.] ; editornedisi bahasa indonesia, huriawati
hartanto ...[et.al.]. – Ed.6 – jakarta : EGC 2005.
Fawcett, Don W.
Buku ajar histolologi / Don
W. Fawcett Fawcett ; alihbahasa,jan tambayong .
Bloom & Fawcett,
2002, Histologi, Jakarta, EGC
Wiley Blackwell, 2014,
Nursing Diagnosis Definition and Classification 2015-2017, Oxford




Tidak ada komentar:
Posting Komentar